Pages

Kamis, 03 Februari 2011

Empat Hal Anakku...

Ada seorang anak muda yang sedang tumbuh dan belajar menjadi dewasa, namun sayang ia masih memanjakan setiap emosi yang datang, belum dapat mengendalikannya, dan mencari pelampiasan dengan mengucap kata kasar juga kesetiap benda yang ada didepannya yang terdapat dikamar pribadinya.
Sebut saja namanya Dion.
Sang ayah melihat kebiasaan buruk anak lelakinya ini dengan sabar dan bijak ia memanggil putra tunggalnya tersebut.

Diajaknya ke halaman depan rumah mereka yang asri, yang banyak ditumbuhi pohon dan tanaman berbagai jenis.

Dipandanginya pagar kayu yang berbaris rapi mengelilingi rumah mereka tersebut.

Kata sang ayah kepada Dion: “Lihatlah nak pagar-pagar kayu ini, sangat lunak dan mudah rapuh.”
Dion: “Apa yang boleh kuperbuat dengan pagar-pagar ini ayah?”
Ayah: “Aku tau tidak mudah mengendalikan emosi yang mudah meledak, nak, bukankah
lebih menguntungkan bagimu melampiaskan setiap amarahmu kepagar-pagar
kayu ini?!”
Dion: “Aku tidak mengerti maksud ayah?”
Ayah: “Setiap kamu marah, pakulah pagar ini, sedalam yang kau ingini hingga redalah
amarahmu itu.”
Dion: ”hmm...”
Ayah: “Namun konsekuensilah, apabila kamu sudah tidak marah lagi, cabutlah paku
tersebut, begitulah seterusnya.
Tahun depan kita akan lihat, lebih banyak paku yang kau tancapkan ataukah lebih
banyak paku yang kau cabut.”

Dengan demikian Dion tak lagi menuangkan amarah dan kesal hatinya pada benda disekililingnya namun pada pagar-pagar kayu yang tidak berdaya itu, hingga hari demi hari bertambah dan berkurang paku-paku tersebut saling berkejaran, hari ini dicabut, esok pagi ditancapkan kembali, dan begitu seterusnya.

Tahun lalu beranjak pergi, bersambung tahun yang baru.
Dipanggilnya Dion untuk melihat hasil karya yang ia tuangkan di pagar-pagar kayu rumah sang ayah tersebut.

Ayah: “Bagaimana Dion puaskah kamu akan kemajuanmu?”
Dion: “Bagaimana menurutmu yah?”
Ayah: “Lihatlah hasil perbuatanmu pada pagar-pagar kayu ini, tidakkah paku yang telah
kau cabut pun meninggalkan bekas lubang dan luka yang tidak akan pernah
hilang bukan?!
Begitu juga hati dan perasaan orang yang telah kau sakiti, sekalipun pakunya
sudah kau cabut, sekalipun permohonan maaf juga kau haturkan, luka yang telah tertoreh tetap akan meninggalkan bekas.

Perlu kamu tau ada 4 (empat) hal di dunia ini yang tidak dapat kamu tarik kembali:
1. Batu yang telah kau lemparkan.
2. Masa kecilmu yang telah berlalu.
3. Kesempatan yang sudah kau sia-siakan.
4. Kata-kata yang telah kau ucapkan.”


Bagaimana menurut anda, adakah pesan yang dapat kita petik dari sepenggal cerita kecil ini?

S E M O G A

Reaksi:

0 komentar: